Laman

Rabu, 01 September 2010

MENANGIS KARENA TAKUT KEPADA ALLaH SWT

Rosululloh S.A.W. telah bersabda, “Tidak akan masuk neraka orang yang menangis karena takut kepada Alloh…”

Dalam kitab Daqo’iqul Akhbar diterangkan bahwa akan didatangkan seorang hamba pada hari Qiamat nanti, dan sangat beratlah timbangan kejahatannya, maka diperintahkan kepada malaikat untuk melemparkannya ke dalam neraka.


Maka salah satu daripada rambut (bulu) mata orang tersebut berkata,
“Wahai Tuhanku, Rosul Engkau Nabi Muhammad S.A.W. telah bersabda, barang siapa yang menangis karena takut kepada Alloh S.W.T, maka Alloh mengharamkan matanya masuk ke neraka dan sesungguhnya aku menangis karena amat takut kepada-Mu.”

Akhirnya Alloh S.W.T. mengampuni hamba itu dan menyelamatkannya dari api neraka berkat sehelai rambut yang pernah menangis karena takut kepada Alloh S.W.T. Malaikat Jibril A.S. mengumumkan,
“Telah selamat Fulan bin Fulan sebab sehelai rambut.”

Dalam kitab lain, Bidayatul-Hidayah, diceritakan bahwa pada hari Qiamat nanti, akan didatangkan neraka jahanam dengan mengeluarkan suaranya, suara nyala apinya sangat mengerikan, semua umat menjadi berlutut karena ketakutan menghadapinya. Alloh S.W.T. berfirman,
“Kamu lihat (pada hari itu) setiap umat berlutut (yakni merangkak pada lututnya). Tiap-tiap umat diseru kepada buku amalannya. (Dikatakan kepadanya) Pada hari ini kamu dibalasi menurut apa-apa yang telah kamu kerjakan.” (Surah Al-Jatsiyah : 28)

Saat mereka menghampiri neraka, mereka mendengar geraman suara nyala api neraka. Diterangkan dalam kitab tersebut bahwa suara nyala api neraka itu dapat didengar sejauh 500 tahun perjalanan. Pada waktu itu, akan berkata setiap orang hingga para Nabi dengan ucapan,
“Diriku, diriku (selamatkanlah diriku Ya Alloh),” kecuali hanya seorang Nabi saja yang berkata, “Umatku, umatku.” Beliau ialah junjungan kita Nabi Muhammad S.A.W.

Pada masa itu keluarlah gumpalan-gumpalan api neraka jahim seperti gunung-gunung, umat Nabi Muhammad S.A.W. berusaha menghalanginya dengan berkata,
“Wahai api, demi hak orang-orang yang sholat, demi hak orang-orang yang ahli sedekah, demi hak orang-orang yang khusyu’, demi hak orang-orang yang berpuasa, kembalilah (mundurlah) engkau !”

Walaupun sudah diseru demikian, api neraka itu tetap tidak mau kembali, lalu Malaikat Jibril berkata,
“Sungguh api neraka itu menuju kepada umat Muhammad S.A.W.”

Kemudian Jibril A.S. membawa semangkuk air dan berkata,
“Wahai Rosululloh, ambillah air ini dan siramkanlah kepadanya.” Lalu Rosululloh S.A.W. meraihnya, setelah itu Baginda S.A.W. menyiramkannya pada api itu, maka padamlah api itu.

Setelah itu Rosululloh S.A.W pun bertanya kepada Jibril A.S.
“Wahai Jibril, air apakah itu?” Maka Jibril A.S. berkata, “Itu adalah air mata orang-orang yang durhaka (ahli ma’siyat) di kalangan umatmu tetapi mereka menangis karena takut kepada Alloh S.W.T. Aku diperintahkan untuk memberikannya kepadamu agar engkau menyiramkan pada api neraka itu.” Maka padamlah api itu dengan izin Alloh S.W.T.

Maka Rosululloh S.A.W. bersabda,
” Ya Alloh anugerahkanlah kami dua buah mata yang bisa menangis karena takut kepada-Mu…”

Tidak ada komentar: