Laman

Rabu, 01 September 2010

TABAYYUN ITU PERLU...!!!

“ Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanya itu” ( QS Al-Hujuraat :6)


Tabayyun, tabayyun!

Kita diminta berhati-hati jika menerima kabar/berita, terlebih lagi jika yang membawa kabar/berita adalah orang yang fasik. Bentuk kehatia-hatian itu adalah dengan melakukan tabayyun (menyelidiki dan memeriksa dengan teliti) akurasi/ketepatan dan kebenaran berita tersebut. Jika itu tidak dilakukan, maka musibah bisa menimpa kita. Sebab, jika bisa mengambil dan keputusan yang salah karena bersandar kepada data/informasi yang salah.

Untuk lebih memahami konteks ayat diatas, ada baiknya kita memperhatikan asbabul nuzul-nya. Sehubungan dengan ini ada dua riwayat yang dapat dijelaskannya. Kita lihat riwayat yang pertama saja, berikut ini.

Bahwa pada suatu hari Rasulullah SAW mengutus Al-Walid bin Uqbah untuk mengambil zakat kepada Bani Musthaliq yang mengaku tunduk kepada Rasulullah SAW dan telah memeluk agama Islam.

Sesampai Al-Walid di negeri dituju, maka maksudnya memungut zakat tidak berhasil dengan baik. Lalu Al-Walid segera pulang ke Madinah dan memberi laporan (palsu) kepada Rasulullah SAW bahwa Bani Musthaliq telah murtad dari islam.

Kemudian Rasulullah SAW mengutus Khalid bin Walid bersama sepasukan tentara, dengan peasn bahwa kedatangan rombongan itu jangan membuat heboh, hendaklah didahului dengan penyelidikan yang teliti, dan jangan terburu-buru mengambil sikap keras.

Khalid langsung melaksanakan perintah tersebut dan dia datang ketempat itu pada malam hari, sehingga tidak ada orang tahu. Setelah itu dia mengirim beberapa orang intel/spion menyusup ke negeri lebih dekat dan mendalam.ternyata kabar terdahulu adalah bohong belaka, terbukti dengan tetap berkumandangnya adzan dan mereka menegakkan sholat berjamaah pada waktunya.

Temuan itu oleh khalid segera dilaporkan kepada Rasulullah SAW. Maka turunlah ayat diatas memberi ingat bahwa jika datang orang fasik membawa berita hendaklah selidiki lebih dahulu dengan seksama. Jangan sampai suatu kaum menderita malapetaka, padahal bukan karena kesalahanya. Sebab jika itu sampai terjadi, maka semua akan menyesal. Pada ayat itu pembawa berita palsu mendapat sebutan hina, yaitu fasik..

Tidak ada komentar: